Kronologi Kehidupan Yesus (Relatif) – V

By sigid | April 16, 2008

Perjalanan Kedelapan

The Return of the Prodigal SonDesember, A.U.C. 781 – Februari, 782. (Cf. Luke 13-17; John 10:11). Hari Raya Pentahbisan Bait Allah membawa Yesus kembali ke Yerusalem dan kemudian terjadi lagi diskusi dengan orang-orang Yahudi. Hal ini kemudian diikuti dengan pelayanan lain melewati Peraea dimana Ia kemudian menjelaskan point-point penting dalam ajaran Nya: perumpamaan tentang orang-orang yang berdalih, tamu yang harus diundang, tempat utama dan paling rendah, perumpamaan tentang domba yang hilang, dirham yang hilang, anak durhaka, dll. Dalam masa ini, orang-orang Farisi berusaha menakuti Yesus dengan ancaman hukuman dari Herodes.

Herodes, alias Yang Agung, merupakan putra Antipater, seorang Idumæan. Orang-orang Idumæans dibawa oleh John Hyrcanus sekitar abad kedua S. M., dan diharuskan hidup sebagai orang Yahudi, oleh karena itu mereka disebut juga Yahudi. Akan tetapi Antigonus menyebut Herodes seorang setengah-Yahudi, sementara orang Yahudi menyebut Raja Herodes secara lahir adalah seorang Yahudi. Antipater, ayah dari Herodes berjasa membantu Kerajaan Romawi dan sebagai balasannya, Roma menghadiahkan keluarganya kedudukan dan kekuasaan. Herodes lahir pada tahun 73 S. M., dan dia pertama kali disebut sebagai gubernur Galilea.

Saat itu, Yesus menyembuhkan seorang laki-laki pada Hari Sabat ketika sedang berada di rumah salah seorang Farisi.

Sabat: “sebuah hari istirahat”, berasal dari kata shabath “berhenti melakukan,” “beristirahat”. Nama tersebut digunakan dalam berbagai perayaan besar, namun prinsipnya dan biasanya digunakan untuk menyebut hari ketujuh dalam satu minggu. Dalam Alkitab, pertama kali dibahas pada Kejadian 2:3 tentang akhir dari enam hari penciptaan,  meski namanya tidak disebutkan secara eksplisit.

Selanjutnya, Maria dan Marta mengirimkan seorang kurir kepada Yesus untuk memohon Ia datang dan menyembuhkan adiknya Lazarus. Yesus datang ke tempat Lazarus dua hari kemudian dan menyadarkan kembali teman Nya yang telah beberapa hari di dalam kubur. Orang-orang Yahudi sangat jengkel dengan mukjizat ini dan memutuskan bahwa Yesus harus mati demi orang banyak. Oleh karena itu, Ia kemudian menyingkir ke sebuah desa di dekat padang gurun yang biasa disebut Eprem.

Perjalanan Kesembilan

Februari, A.U.C. 782- Paskah (Yahudi), 782. (Cf. Lukas 17-22; Markus 10, 14; Matius 19-26; Yohanes 11, 12). Perjalanan terakhir ini membawa Yesus dari Ephrem ke utara melewati Samaria, kemudian ke timur di sepanjang perbatasan Galilea masuk ke Paraea, sebelah timur Sungai Yordan (sebelah tenggara Jenin). Kemudian Yesus meneruskan perjalanan menuju selatan dari Peraea, lalu ke arah timur menyeberangi Sungai Yordan melewati Yerikho, betania di Bukit Zaitun, Bethfage dan akhirnya sampai ke Yerusalem.
Bukit Zaitun merupakan pegunungan yang terletak di sebelah timur Yerusalem. Pegunungan ini diberi sesuai dengan tanaman yang banyak tumbuh di lereng-lerengnya.

Ketika berada di bagian paling utara dari perjalanan ini, Ia menyembuhkan sepuluh orang lepra. Selanjutnya Ia menjawab pertanyaan dari orang Farisi perihal Kerajaan Surga. Yesus kemudian menekankan tentang perlunya doa yang tidak putus-putusnya lewat perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur, perumpamaan tentang orang Farisi dan Pemungut Cukai (Publican), kotbah tentang perkawinan, sikap jemaat terhadap anak-anak, kotbah tentang mempergunakan kekayaan yang digambarkan dengan cerita tentang seorang anak muda yang kaya dan yang terakhir adalah cerita tentang penggarap kebun anggur.

Pemungut Cukai; kelas yang diwakili oleh kata-kata ini dalam Perjanjian Baru adalah pengumpul pajak untuk Kerajaan Romawi. Senat Romawi menarik keuntungan dari vectigalia (pajak langsung) dan portorin (cukai) dari pemilik usaha yang harus membayar sejumlah tertentu kepada perbendaharaan (in publicum).


Sesaat setelah perjalanannya ke Yerusalem dimulai, Yesus memberitahukan tentang sengsara Nya untuk ketiga kalinya. Yohanes dan Yakobus mengutarakan ambisinya untuk menjadi yang terbesar, duduk di sebelah kanan dan kiri Tuhan, namun mereka kemudian diajarkan tentang bagaimana menjadi terbesar di dalam Kerajaan Surga. Di Yerikho, Yesus menyembuhkan dua orang buta dan menerima pertobatan Zakheus seorang pemungut cukai. Di sini, Ia juga memberikan perumpamaan tentang uang mina.

Enam hari sebelum perayaan Paskah (Yahudi), kita menemukan bahwa Yesus berada di Betania di Bukit Zaitun menjadi tamu Simon “si kusta”. Seorang wanita kemudian mengurapi Yesus dengan minyak wangi narwastu murni dan salah seorang murid, Yudas, lalu menjadi marah akan sesuatu yang bagi dia adalah mensia-siakan minyak yang mahal. Pada kesempatan berikutnya, orang banyak berkumpul di Betania, tidak hanya ingin melihat Yesus, namun juga Lazarus. Oleh karena itu, Imam Kepala kemudian juga berniat untuk membunuh Lazarus. Pada hari berikutnya, Yesus memasuki Yerusalem dan dielu-elukan orang banyak. Selanjutnya, Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah setelah sebelumnya mengusir para pedagang dan pembeli dari Bait Allah. Keheranan para murid tentang pohon ara yang telah kering tersebut kemudian mendorong Yesus untuk kemudian memberikan nasehat tentang doa dan kuasa iman.

Pada kesempatan selanjutnya, Yesus memberikan penjelasan kepada musuh-musuh Nya perihal pertanyaan mengenai kuasa Nya. Kemudian, Ia menerangkan perumpamaan tentang dua orang anak, tentang penggarap-penggarap kebun anggur dan perumpamaan tentang perjamuan kawin. Berikutnya kita menemukan tiga buah perangdari musuh-musuhnya, yaitu; politisi yang mempertanyakan tentang membayar pajak kepada Kaisar, pertanyaan orang Saduki tentang kebangkitan yang mempertanyakan istri siapakah seorang wanita setelah kebangkitan jika sebelumnya ia pernah memiliki beberapa suami, dan teolog Yahudi yang mempertanyakan tentang hukum yang terutama.

Lalu Yesus mengutarakan pertanyaan terakhir kepada orang-orang Yahudi, yaitu hubungan Yesus dan Daud, anak siapakah Ia. Kemudian hal ini dilanjutkan dengan kecaman terhadap Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi serta keluhan terhadap Yerusalem. Pernyataan terakhir Yesus di Bait Allah adalah perhatuian Nya terhadap seorang janda miskin yang memberikan persembahan dari kekurangannya. Yesus mengakhiri hari itu dengan mengungkapkan kotbah tentang runtuhnya Yerusalem, kedatangan kembali Anak Manusia, dan nasehat supaya berjaga-jaga. Kotbah ini diselingi dengan perumpamaan tentang gadis-gadis bijaksana serta perumpamaan tentang talenta. Pada hari berikutnya, Yesus kembali memberitahukan tentang penderitaan Nya; kemungkinan di hari yang sama ketika Yudas membuat persepakatan dengan orang-orang Yahudi untuk mengkhianati Yesus.

Referensi:
Referensi diambil dari New Advent 1, 2, 3, 4, Bible Database, Christ Notes Easton’s Bible Dictionary, Catholic Library, dan Wikipedia.

Gambar karya Rembrandt “The Return of the Prodigal Son” diambil dari Ibiblio.org

2 Comments

  • By décio gonçalves, January 19, 2010 @ 8:33 pm

    Legal, quantos Herodes existia,o rei romano na epoca de zaqueu tb. era Herodes?
    Deus abençoe
    Décio

  • By busy Holandia Polska, August 11, 2010 @ 8:09 pm

    Nice graphics, what is the name of template ?

Links to this Post

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

Anti-Spam Protection by WP-SpamFree

WordPress Themes